Subscribe:

Pages

Rumah Terbuat dari Uang Rp 16,4 Trilyun

Seniman Frank Buckley membangun sebuah rumah dari 1,4 miliar Euro yang sudah dihancurkan. Batu-bata dari uang kertas membentuk tembok dan potongan uang kertas menutupi lantai rumah.


Frank Buckley berpose di rumah "1,4 milyar Euro" buatannya


Bata terbuat dari uang 1,4 milyar Euro yang telah dihancurkan




Frank Buckley duduk di toilet dalam rumah "1,4 milyar Euro" nya


Frank Buckley
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Yahoo
Reddit
Feed

Tempat Tidur Facebooke


Narayana 734 - Kekuatan Facebook yang kian hari kian kuat membuat membuat orang berkreasi dengan banyak hal. Kali ini, tempat tidur berdesain Facebook muncul. Ingin tahu?

Seperti dikutip SlashGear, perancang Tomislav Zvonaric membuat sebuah konsep ranjang beserta workstation (meja kerja) yang akan memanjakan dan memuaskan para maniak jejaring sosial terbesar dunia itu.

Ranjang Facebook bernama 'FBed' ini berbentuk huruf F dari logo Facebook dengan posisi tertidur. FBed ini terdiri dari ranjang dan sebuah meja kerja di bagian depannya.

Di bagian meja kerja FBed, pengguna bisa menaruh dudukan dan layar monitor CP. "FBed merupakan rancangan tempat tidur multipraktis konseptual yang membuat pengguna bisa terus update dengan Facebook, bahkan saat sedang tidur sekalipun, dan saat sudah letih, pengguna bisa langsung tidur," ujar Zvonaric.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Yahoo
Reddit
Feed

Tontonan Haram, Yuk Rame-rame Balikin Tiket Konser Lady Gaga



Ketua MUI Bidang Seni & Budaya, KH Cholil Ridwan mengecam keras konser Lady Gaga di Indonesia pada tanggal 3 Juni nanti. Artis pemuja setan dan bintang foto bugil tersebut disinyalir akan merusak moral umat Islam khususnya generasi muda. Maka itu beliau meminta umat muslim yang sudah membeli tiket Lady Gaga agar dikembalikan karena membelinya adalah haram.

KH. Cholil menegaskan, tontonan itu bisa merusak moral bangsa. Karena itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Husnayain Jakarta ini mengharamkan menyelenggarakan dan menonton konser ini.“Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram.Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” ujarnya kepada Voa-Islam.

Tak terbayangkan, dosa yang akan dipikul para panitia penyelenggara. Menurut Kyai Kholil, panitia yang mengundang Lady Gaga ke Indonesia berada pada dosa yang paling besar. “Karena gara-gara dia orang jadi nonton,” tuturnya.

Dalam menyikapi isu ini, umat Islam diminta untuk menolak dan mengadakan aksi penolakan atas kehadiran Ratu Illuminati tersebut ke Indonesia. Indonesia sebagai negara mayoritas Islam tidak boleh dirusak dengan ajaran kemusyrikan yang kerap dilakukan Lady Gaga.“Umat Islam harus kompak menolak. Maka tidak ada jalan lain umat Islam harus melakukan protes, somasi, atau demonstrasi. Tapi jangan anarkis,” pesannya.

Sebagai negara mayoritas Islam, Indonesia memang menjadi sasaran empuk invasi budaya Barat. Dengan populasi umat muslim terbanyak, Indonesia dikhawatirkan menjadi satu bentuk negara Islam yang utuh. Kondisi ini tentu tidak diinginkan oleh Barat. Jika Indonesia betul-betul menjadi negara berlandaskan Syariat Islam maka lonceng persaingan dengan barat baik dalam Ekonomi, Politik, maupun militer akan bergema.

Merusak Lewat Budaya

Menurut KH. Kholil Ridwan, kini umat Islam sedang dihancurkan oleh Barat melalui fisik, opini, dan budaya. Karenanya, tak heran untuk memuluskan programnya tersebut, maka musuh-musuh Allah mulai menyuplai artis-artis mancanegara yang biasa menampilkan unsur-unsur haram seperti Lady Gaga. “Hal itu agar umat Islam bisa menerima suatu budaya yang diharamkan. Bahkan menjadi sesuatu yang menyenangkan,” tambahnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, lanjut Kyai Kholil, akan sangat berbahaya bagi umat Islam. Satu demi satu elemen dari agama Islam berusaha dipreteli hingga akar-akarnya. Namun karena akar Islam susah dipreteli, maka Islam akan dipreteli pada bagian-bagian lainnya seperti budaya.

Dalam Al Qur’an, Islam ibarat sebuah pohon: ada akar, batang, dan daun. Karena akarnya susah dicabut, yang diracuni adalah daunnya terlebih dahulu. Ketika daun itu mati, maka akan menjalar ke batang, pohon, dan juga akar pohon itu sendiri. “Nah, daun itu budaya. Jika budaya Islam sudah disemprot dengan racun budaya Barat itu dan mati, maka akidah Islam juga akan tercerabut,” tandas KH. Cholil. Desastian/dbs
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Yahoo
Reddit
Feed